Asbabun Nuzul Surat al-Fajar ayat 1-23 | KHQ. Shaleh dkk

سورة الفجر
بسم الله الرحمن الرحيم
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2) وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3) وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (4) هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ (5) أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ (6) إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ (7) الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ (8) وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ (9) وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ (10) الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ (11) فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ (12) فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ (13) إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ (14) فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16) كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (17) وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (18) وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا (19) وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا (20) كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا (21) وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا (22) وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى (23)
Terjemahan Surat al-Fajar ayat 1-23
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
1.  Demi fajar,
2.  Dan malam yang sepuluh[*],
3.  Dan yang genap dan yang ganjil,
4.  Dan malam bila berlalu.
5.  Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.
6.  Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?
7.  (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi[**],
8.  Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,
9.  Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah[***],
10.  Dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),
11.  Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
12.  Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,
13.  Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,
14.  Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
15.  Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: "Tuhanku Telah memuliakanku".
16.  Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[****].
17.  Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[*****],
18.  Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
19.  Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),
20.  Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
21.  Jangan (berbuat demikian). apabila bumi digoncangkan berturut-turut,
22.  Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.
23.  Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
24.  Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya Aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".
25.  Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[******].
26.  Dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
27.  Hai jiwa yang tenang.
28.  Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29.  Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30.  Masuklah ke dalam syurga-Ku.

[*]  malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram termasuk di dalamnya hari Asyura. ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.
[**]  Iram ialah ibukota kaum 'Aad.
[***]  lembah Ini terletak di bagian utara jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam. mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.
[****]  Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. tetapi Sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
[*****]  yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.
[******]  Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.
--------------------
Asbabun Nuzul Surat al-Fajr ayat 1-23

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buradah bahwa firman Allah surat al Fajr: 27 turun berkenaan dengan Hamzah (yang gugur sebagai syahid)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir, dari adl-Dlahak, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi saw bersabda: “Siapa yang akan membeli sumur Rumat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya.” Sumur itupun dibeli oleh Utsman. Nabi saw bersabda: “Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber minum bagi semua orang?” Utsman mengiyakannya. Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Fajr: 27) berkenaan dengan Utsman.


1 komentar:

  1. Memang inti turunnya surat ke 89 pada ayat 27 dan ini menandakan, bahwa siapaun yang ikhlas berbuat baik, akan mendapatkan ketengan jiwanya, karena ampunan Allah selalu mengiringinya, berintikan pada hawa nafsu yang diikuti kebajikan akan memperoleh ridha Allah swt

    BalasHapus