Asbabun Nuzul Surat al Hujuraat (2) | KHQ. Shaleh dkk



سورة الحجرات 9

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (9)

Terjemahan Surat al Hujuraat ayat 9

9. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau dia Telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
--------------------
Asbabun Nuzul Surat al Hujuraat, KHQ. Shaleh dkk, Terjemahan Surat al Hujuraat

Asbabun Nuzul Surat al Hujuraat ayat 9

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan yang bersumber dari Anas bahwa Nabi saw. naik keledai pergi ke rumah ‘Abdullah bin Ubay (seorang munafik). Berkatalah ‘Abdullah bin Ubay: “Enyahlah engkau dariku ! Demi Allah, aku telah terganggu dengan bau busuk keledaimu ini.” Seorang Anshar berkata: “Demi Allah, keledainya lebih harum baunya daripada engkau.” Marahlah anak buah ‘Abdullah bin Ubay kepadanya, sehingga timbullah kemarahan pada keduabelah pihak, maka terjadilah perkelahian dengan menggunakan pelepah kurma, tangan, dan sandal. Maka turunlah ayat ini (al-Hujurat: 9) berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang memerintahkan agar menghentikan peperangan dan menciptakan perdamaian.

Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnu Jarir, yang bersumber dari abu Malik bahwa ada dua orang dari kaum Muslimin yang bertengkar satu sama lain. Kemudian marahlah para pengikut kedua kaum itu dengan menggunakan tangan dan sendal. Ayat ini (al-Hujurat: 9) turun sebagai perintah untuk menghentikan perkelahian dan menciptakan perdamaian.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari as-Suddi bahwa seorang laki-laki Anshar yang bernama ‘Imran, beristrikan Ummu Zaid. Ummu Zaid bermaksud ziarah ke rumah keluarganya, akan tetapi dilarang oleh suaminya, bahkan dikurung di atas loteng. Ummu Zaid mengirim utusan kepada kelauarganya. Maka datanglah kaumnya menurunkannya dari loteng untuk dibawa ke rumah keluarganya.
Suaminya (‘Imran) meminta tolong kepada keluarganya. Maka datanglah anak-anak pamannya mengambil kembali istrinya dari keluarganya. Dengan demikian terjadilah perkelahian, pukul-memukul dengan menggunakan sendal untuk memperebutkan Ummu Zaid. Maka turunlah ayat ini (al-Hujurat: 9) berkenaan dengan peristiwa tersebut. Rasulullah saw. mengirim utusan kepada mereka untuk mendamaikan perselisihan mereka. Akhirnya merekapun tunduk kepada perintah Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari al-Hasan bahwa perkelahian yang disebut dalam riwayat di atas, terjadi antara dua suku. Mereka dipanggil ke pengadilan, akan tetapi mereka membangkang. Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Hujurat: 9) sebagai peringatan kepada orang-orang yang bertengkar agar segera berdamai.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa ayat ini (al-Hujurat: 9) turun berkenaan dengan dua orang Anshar yang tawar-menawar dalam memperoleh haknya. Salah seorang mereka berkata: “Aku akan mengambilnya dengan kekerasan, karena aku mempunyai banyak kawan. Sedangkan satunya lagi mengajak untuk menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah saw. Orang itu menolak, sehingga terjadi pukul-memukul dengan sandal dan tangan, akan tetapi tidak sampai terjadi pertumpahan darah. Ayat ini (al-Hujurat: 9) memerintahkan supaya melawan orang yang menolak perdamaian.
               
--------------------

سورة الحجرات 11

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (11)

Terjemahan Surat al Hujuraat ayat 11

11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri (*) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman (**) dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

(*) Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.
(**) panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.
--------------------

Asbabun Nuzul Surat al Hujuraat ayat 11

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan yang empat (sunanu Abi Dawud, sunanut Tirmidzi, sunanun Nasaa’i, sunanubni Majah) yang bersumber dari Abu Jubair adl-Dlahak. Menurut at-Tirmidzi hadits ini hasan. Bahwa seorang laki-laki mempunyai dua atau tiga nama. Orang itu sering dipanggil dengan nama tertentu yang tidak dia senangi. Ayat ini (al-Hujurat: 11) turun sebagai larangan menggelari orang dengan nama-nama yang tidak menyenangkan.

Diriwayatkan oleh al-Hakim, yang bersumber dari Abu Jubair bin adl-Dlahak bahwa nama-nama gelar di zaman jahiliyah sangat banyak. Ketika Nabi saw. memanggil seseorang degan gelarnya, ada orang yang memberitahukan kepada beliau bahwa gelar itu tidak disukainya. Maka turunlah ayat ini (al-Hujurat: 11) yang melarang memanggil orang dengan gelar yang tidak disukainya.

Diriwayatkan oleh Ahmad yang bersumber dari Abu Jubair bin adl-Dlahak bahwa ayat ini (al-Hujurat: 11) turun berkenaan dengan Bani Salamah. Nabi saw. tiba di Madinah pada saat orang-orang biasanya mempunyai dua atau tida nama. Pada suatu saat Rasulullah saw. memangil seseorang dengan salah satu namanya, tetapi ada yang berkata: “Ya Rasulullah. Sesungguhnya ia marah dengan panggilan itu.” Ayat,…wa laa tanaabazu bil alqoob.. (.. dan janganlah kamu panggil memanggil degan gelar-gelar yang buruk..) (al-Hujurat: 11) turun sebagai larangan memanggil orang dengan sebutan yang tidak disukainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar