Asbabun Nuzul Surat al-Mujadilah ayat 8, 10-11 | KHQ. Shaleh dkk



سورة المجادلة آية 8
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَى ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمَصِيرُ (8)
Terjemahan Surat al-Mujadilah 8
8.  Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang Telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, Kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada rasul. dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
--------------------
Asbabun Nuzul Surat al-Mujadilah ayat 8
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bin Hayyan bahwa antara Nabi dan kaum Yahudi terdapat perjanjian untuk tidak saling bermusuhan. Dalam situasi itu, apabila seorang shahabat Nabi saw. lewat di hadapan kaum Yahudi, mereka suka berbisik-bisik dengan kawannya, sehingga sahabat yang lewat itu mengira bahwa mereka merundingkan untuk membunuhnya atau menggunjingnya. Karena itu Rasulullah saw. melarang berbisik-bisik di hadapan orang lain. Namun, larangan tersebut tidak diindahkan. Ayat ini (al-Mujadalah: 8) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai ancaman terhadap orang-orang yang tidak menghentikan perbuatan seperti itu.

Diriwayatkan oleh Ahmad, al-Bazzar, dan ath-Thabarani dengan sanad yang kuat, yang bersumber dari ‘Abdullah bin ‘Amr. Sejalan dengan riwayat ini, ada pula riwayat yang bersumber dari Anas dan ‘Aisyah, bahwa kaum Yahudi memberi salam kepada Rasulullah saw. dengan ucapan saamun ‘alaikum (mudah-mudahan kamu mati). Kemudian mereka mengatakan dalam hati, mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu? Ayat ini (al-Mujadalah: 8) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, dan mengancam mereka dengan siksa neraka jahanam.

Asbabun Nuzul Surat al-Mujadilah ayat 8, 10-11 | KHQ. Shaleh dkk
--------------------
سورة المجادلة آية 10
إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (10)
Terjemahan Surat al-Mujadilah 10
10.  Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.
--------------------
Asbabun Nuzul Surat al-Mujadilah ayat 10
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa kaum munafik suka berbisik-bisik di antara sesamanya serta menyombongkan diri di hadapan kaum Mukminin, sehingga menyinggung perasaan kaum Mukminin. Ayat ini (al-Mujadalah: 10) turun melukiskan bahwa berbisik-bisik seperti itu merupakan perbuatan setan.

--------------------
سورة المجادلة آية 11
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11)
Terjemahan Surat al-Mujadilah 11
11.  Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--------------------
Asbabun Nuzul Surat al-Mujadilah ayat 11
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa apabila ada orang yang baru datang ke majelis Rasulullah saw, para sahabat tidak mau memberikan tempat duduk di dekat Rasulullah saw. Maka turunlah ayat ini (al-Mujadalah: 11) sebagai perintah untuk memberikan tempat kepada orang yang baru datang.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bahwa ayat ini (al-Mujadalah: 11) turun pada hari Jum’at, di saat pahlawan-pahlawan Badr datang ke tempat pertemuan yang penuh sesak. Orang-orang pada tidak mau memberi tempat kepada yang baru datang itu, sehingga mereka terpaksa berdiri. Rasulullah menyuruh berdiri orang-orang itu (yang lebih dulu duduk), sedang tamu-tamu itu (para pahlawan Badr) disuruh duduk di tempat mereka. Orang-orang yang disuruh pindah tempat merasa tersinggung perasaannya. Ayat ini (al-Mujadalah: 11) turun sebagai perintah kepada kaum Mukminin untuk menaati perintah Rasulullah dan memberikan kesempatan duduk kepada sesama Mukminin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar